Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Januari 2014

Bayi Kembar Ini Bertengkar di Dalam Kandungan Ibunya

3 Dis 2012



Jakarta, Namanya anak-anak, sesekali bertengkar dengan saudara kandung adalah hal yang biasa. Namun bertengkar dengan saudara kembar sejak di dalam kandungan tentu mengejutkan dan kejadian seperti ini tertangkap kamera berteknologi mutakhir.

Dengan menggunakan cine-MRI atau MRI (Magnetic Image Resonance) berteknologi khusus, para ilmuwan di Imperial College mendapati pasangan kembar sedang bertengkar di dalam kandungan. Tampak dalam tinjauan pemindaian, kedua janin saling menendang.

Awalnya, janin yang ukurannya lebih kecil tampak memulai pertengkaran dengan menendang dan memukul saudara kembarnya. Sepertinya, janin ini berusaha untuk mendapatkan space atau ruang yang lebih longgar agar lebih nyaman.

Janin yang ukurannya lebih besar awalnya tidak begitu mempedulikan, namun lama-lama memberikan respons juga. Diawali dengan membuka mulut seperti orang dewasa sedang mengumpat, lalu tampak dalam tinjauan pemindaian si janin yang ukurannya lebih besar balas menendang.

"Apa yang kita bisa lihat adalah posisi satu sama lain dan berapa banyak space yang meraka punya, berapa space yang ditempati dan bagaimana mereka bergerak dan mendesak satu sama lain. Kita bisa melihat kondisi yang tidak bisa kita intrepretasikan, namun bisa membuat perempuan mengalami stres," kata salah seorang peneliti, Dr Marisa Taylor-Clarke seperti dikutip dari News.com.au, Senin (3/12/2012).

Pertengkaran saudara kembar ini terpindai secara tidak sengaja ketika para ilmuwan sedang mempelajar Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS). Pada janin kembar yang memiliki satu plasenta, kondisi ini sering terjadi dan memicu kematian pada 90 persen bayi kembar dengan kondisi seperti ini.

TTTS terjadi ketika salah satu janin mendapat suplai darah terlalu banyak yang bisa memicu tekanan darah tinggi maupun gagal jantung, sementara janin yang lain kekurangan darah. Kematian pada kondisi ini juga bisa terjadi karena janin mengalami gagal ginjal maupun cerebral palsy.

SUMBER 
ReadFull Article ..

Rabu, 25 Desember 2013

Bayi 12 Hari Mati Terpanggang dalam Inkubator di rumah sakit

Pihak Rumah Sakit menolak bertanggung jawab terhadap kematian bayi malang itu.

 19 Julai 2013 
Bayi 12 hari tewas terpanggang dalam inkubator di rumah sakit.
Bayi 12 hari tewas terpanggang dalam inkubator . (whatsonningbo.co)

Seorang bayi berusia 12 hari dilaporkan mengalami luka terbakar parah usai ditempatkan di dalam sebuah inkubator yang rosak. Inkubator tersebut dilaporkan menghasilkan panas yang berlebihan sehingga membakar kulit bahagian kaki, sebahagian besar punggung, belakang dan tangan.

Laman Dailymail, Khamis 18 Julai 2013, melansir peristiwa memilukan itu terjadi di Rumah sakit Kanak-kanak Quanzhou yang berlokasi di barat daya pesisir Provinsi Fujian.
Menurut laporan laman Beijingcream.com, bayi yang hingga kini tidak diketahui namanya itu sengaja ditempatkan di dalam inkubator, kerana menurut seorang keluarga, dia mengalami demam.

Bayi mungil itu kemudian ditinggalkan seharian oleh jururawat, padahal bantalan tempat dia tidur sudah terlalu panas. Bahkan sanggup membakar sebahagian besar belakangnya. Ketika dia dikeluarkan oleh jururawat, bayi mungil itu sudah tidak bernyawa.

Jenazahnya lalu dibiarkan berbaring dalam keadaan tertelungkup di tempat tidur yang dilengkapi selimut. Bahagian punggung dan kaki mungilnya terbakar dan terlihat berwarna coklat serta kemerahan.

Kulit di bahagian belakangnya bahkan terlihat sudah mengelupas. Sementara kaki mungilnya terlihat hangus.

Petugas hospital  yang mengetahui peristiwa itu kemudian berdiri mengelilingi tempat tidur tempat jenazah bayi itu dibaringkan. Sebahagian terlihat berduka melihat kondisi nahas sang bayi, namun sisanya malah memotret bayi malang itu.

Alhasil, foto memilukan mengenai kondisi jenazah bayi mungil itu beredar luas di dunia maya, khususnya di Twitter versi China, Weibo.

Menurut laman berita China, Guiyang News, yang dibantu diterjemahkan oleh laman Shanghaiist.com, pihak RS menolak bertanggung jawab terhadap kematian bayi malang tersebut.

Baik pihak staf RS atau jururawat yang berjaga pada malam terjadinya peristiwa itu juga menolak memberikan keterangan kepada media. Sementara Beijingcream.com mengaku gagal memperoleh potongan gambar rakaman peristiwa tersebut kerana dipercayai telah dihapus oleh pihak RS. (umi)VIVAnews

 VIDEO: Wanita Ini Terjepit Dinding Selama 7 Jam

ReadFull Article ..

Jumat, 22 November 2013

Bayi Berliur Kristal Bisa Dibuktikan secara Ilmiah


Rafael, balita berumur 2 tahun, dari Kabupaten Malang, yang menggegerkan warga sekitar, karena saat mengeluarkan liur, mengeras berubah jadi kristal. Saat ini sudah 102 kristal yang dikeluarkannya. Jumat (16/3/2012).

Belajar Cari Uang - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang dr. Subagyo mengatakan kejadian air liur bayi yang mengeras berubah menjadi kristal sesuatu yang bisa dijelaskan secara ilmiah.

"Hal itu bukan tidak masuk akal. Itu namanya batu liur. Batu liur itu memang ada. Bisa keluar khusus pada kelinjer, dan bisa mengkristal. Itu sangat memungkinkan. Tapi jarang terjadi," jelasnya Senin (19/3/2012).

Sebelumnya dilaporkan, Rafael (1), anak dari pasangan Hariadi (38) dan Leni Marliani (35) yang tinggal di Perumnas Tumpang Permai, Blok P11 RT 14 RW 04, Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur mengalami keanehan tersebut. Air liurnya seketika berubah menjadi kristal bulat.

dr. Subagyo mengatakan, apa yang menimpa Rafael adalah salah satu jenis kelainan, namun tidak terlalu membahayakan pada bayi. Efeknya pada sistem pencernaan karena air liurnya menjadi kurang optimal.

"Kalau terjadi demikian, fungsi air liurnya terganggu dan kualitas liurnya tidak normal," jelasnya.
Namun, ketika ditanya apa penyebabnya, dr. Subagyo belum bisa menjelaskan. Hal tersebut harus dilakukan tes di laboratorium.
"Saya belum berani menyimpulkan," jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, kali pertama perubahan air liur menjadi kristal itu terjadi pada 14 Febuari 2012 lalu. Pada Jumat 17 Febuari 2012 lalu, sang ibu, baru betul-betul sadar jika anaknya menyimpan keanehan yang baru diketahuinya.

Sejak beredar kabar tersebut, rumah orang tua bayi berliur kristal rame dikunjungi warga berbagai daerah. Menurut pengakuan ibu Rafael, Leni Marliani, hingga Senin, rumahnya masih terus didatangi warga yang ingin tahu kondisi anaknya
"Sampai saat ini sudah ada 104 kristal yang keluar," kata Leni

JellyMuffin.com - The place for profile layouts, flash generators, glitter graphics, backgrounds and codes  
Jangan Lupa Di LIKE Ya...!!!
ReadFull Article ..